BATARA INDRA & WIYATI
Seni

BATARA INDRA & WIYATI

22. BATARA INDRA & WIYATI Batara Indra, putera ketiga Batara Guru, lahir dengan perlambang petir karena saat itu sedang pada musim penghujan berkepanjangan. Selain sebagai Dewa Petir juga menjadi Dewa Hujan, Dewa Cuaca, Dewa Perang, Raja / Kepala Para Dewa, dan Wasawa pemimpin Astabasu delapan dewa yang menguasai berbagai aspek alam berbeda. Kendaraannya gajah putih …

Continue Reading
BATARA BRAMA & 3 ISTRI
Seni

BATARA BRAMA & 3 ISTRI

21. BATARA BRAMA & 3 ISTRI Batara Brama, putera kedua Batara Guru, lahir dengan perlambang api karena saat itu kawah Candradimuka sedang memuntahkan lahar panas. Sebagai Dewa Api, bila bertiwikrama dapat mengeluarkan prabawa api, ia juga panglima perang utama sebagai senapati angkatan perang Suralaya. Batara Brama tinggal di khayangan [Tursina / Daksina] Geni menikah dengan …

Continue Reading
BATARA SAMBU & ASTUTI
Seni

BATARA SAMBU & ASTUTI

20. BATARA SAMBU & ASTUTI disusun oleh St.Wid Batara Sambu, putera pertama Batara Guru, lahir dengan perlambang awan dan suasana harum di khayangan Suralaya. Memiliki sifat jujur dan terpercaya serta bertanggung jawab dan cakap. Juga dikenal  sebagai juru runding dan penyelesai berbagai masalah pelik. Ia juga sangat sakti, dan sebagai Dewa Awan kala bertiwikrama (menjadi …

Continue Reading
BATARI DURGA (GEDENG PERMONI )
Seni

BATARI DURGA (GEDENG PERMONI)

19. BATARI DURGA (GEDENG PERMONI) Kisah Batari Durga (Gedeng Permoni) berawal dari lakon SH Manikmaya & Sang Uma berkeliling jagat naik Lembu Andini, lihat Miniseri 18. Prajurit Batari Durga berjenis jin wujudnya menakutkan, pria-wanita telanjang bulat yang dikepalai Jurumeya semua tinggal di tempat pembuangan berbau mayat, Pasetran Gandamayit di Nusa Kambangan. Lakon tentang Batari Durga …

Continue Reading
SH MANIKMAYA & SANG UMA[YI]
Seni

SH Manikmaya & Sang Uma

18. SH Manikmaya & Sang Uma oleh St. Wid SH Manikmaya & Sang Uma di ceritakan awalnya Manikmaya setelah menghaturkan sembah sujud ke sembilan arah, kemudian menunggu SH Tunggal selesai wawan sabda dengan sang kakak. Ketika Ismaya sudah pergi dengan istrinya, Manikmaya dipanggil dan diberitahu SH Tunggal bahwa ia dipilih untuk menjadi penguasa Triloka. Mendengar …

Continue Reading
SH ISMAYA & SANG SENGGANI
Seni

SH ISMAYA & SANG SENGGANI

17. SH ISMAYA & SANG SENGGANI SH Punggung atau Ismaya setelah sembah sujud 10 arah, SH Tunggal menyatakan bahwa ia akan punya 10 anak. Ismaya terkejut karena ia tidak punya istri, SH Tunggal tanggap akan isi hati puteranya segera merapal aji pameling memanggil bidadari. Jleg, Dewi Senggani cucu SH Wenang putri SH Ening menghadap SH …

Continue Reading
SH ANTAGA & SH SARAWITA
Seni

SH ANTAGA & SH SARAWITA

16. SH ANTAGA & SH SARAWITA Tidak banyak yang bisa dikisahkan dari SH Antaga atau SH Puguh tinggal di khayangan Sabaluri. Pada masa mudanya Antaga bersama Ismaya mendampingi Manikmaya menjadi penguasa sementara khayangan Awang-awang Kumitir yang ditinggal ayahandanya SH Tunggal bertapa di dunia jin, Sunyaruri. Karena termakan kabar bohong Manikmaya berani menyerang kakak tiri SH …

Continue Reading
SH TUNGGAL & SANG RAKTI
Seni

SH TUNGGAL & SANG RAKTI

15. SH TUNGGAL & SANG RAKTI disusun oleh St.Wid Sebagai putera SH Wenang, Sang Tunggal juga gemar berkelana sambil tapa-brata. Semula menjadi raja di Keling menggantikan sang kakek dari ibu, Prabu Ari. Sang Tunggal beristri kakak sepupunya Dewi Dremani putri SH Darmajaka Wening dan berputera tiga akyan: SH Darmadewa / Rudra, SH Darmastuti, dan SH …

Continue Reading
SH NURRASA & SANG SARWATI
Seni

SH NURRASA & SANG SARWATI

13. SH NURRASA & SANG SARWATI. Setelah dewasa Nurrasa diberi minum dan dimandikan dengan Tirta Kamandanu sehingga kelak hidup abadi. Kemudian berbagai ilmu kesaktian SH Nurcahya diturunkan pada Nurrasa lalu juga diwarisi pusaka: cincin Retna Dumilah, akar Oyot Pulasara, dan tentusaja Cupu Manik Astagia yang berisi Tirta Kamandanu. Mirip ayahandanya, Nurrasa juga gemar bertapa hingga …

Continue Reading
SH NURCAHYO & NURRINI
Seni

SH NURCAHYA & SANG NURRINI

12. SH NURCAHYA & SANG NURRINI disusun oleh St.Wid Setelah dewasa Ne menjadi orang bijak yang meneruskan kepemimpinan SH Sis atas khayangan Nepala hingga meluas menjadi kerajaan Newari di tepi sungai Hindus. Sedang Nur yang gemar bertapa amat disayangi dan diam-diam selalu dilindungi¬† Ngajijil, tentu saja dengan berbagai bentuk lain. Keinginan Nur didukung Ngajijil yang …

Continue Reading