BARATA
Seni

BARATA

44. BARATA

BARATA cerita wayang purwa ini diawali dengan adanya Raja pertama  kerajaan manusia di dunia, Prabu Manu [putra Kayumarat, cucu A Dum] punya putra Daksa. Selanjutnya silsilah raja manusia jadi amat panjang karena usia manusia lebih pendek daripada usia akyan seperti para dewata.

Prabu Daksa sebagai awal mula leluhur Dinasti Chandra berputra Aditi. Prabu Aditi berputra Ila. Prabu Ila berputra Pururawa. Prabu Pururawa berputra Ayu. Prabu Ayu berputra Nahusa. Prabu Nahusa berputra Yayati.

Prabu Yayati dengan permaisuri Wara Dewayani berputra Yadu yang kelak menurunkan kaum Yadawa dan Tuwasu. Dengan istri Wara Sarmistha punya tiga putra Anu, Druyu, dan Puru yang kelak menurunkan kaum Paurawa.

Prabu Puru dengan Wara Pausti punya tiga putra Prawira, Iswara, dan Rodrawa.

Prabu Prawira dengan Wara Suraseni berputra Manasyu.

Prabu Manasyu dengan Wara Sauwiri berputra tiga: Sakta, Sahana, dan Wagmi.

Prabu Rodraswa dengan Wara Misrakesi berputra 10: Riceyu, Kaksreyu. Wrikeyu, Standileyu, Waneyu, dll

Prabu Riceyu dengan Wara Andristi berputra Matinara.

Prabu Matinara berputra empat: Tandu, Mahan, Atirata, Druhyu.

Prabu Tandu berputra Ilina.

Prabu Ilina dengan Wara Ratantara berputra lima: Duswanta, Sura, Bima, Prabasu, dan Basu raja Cedi

Prabu Duswanta dengan Wara Shakuntala berputra Sarwadamana yang punya tanda cakra di telapak tangan sehingga lebih dikenal dengan sebutan Bharata.

Bharata [berbeda dengan Barata adik Sri Rama dari Ayodya] dengan Lara Sunanda punya sembilan anak mati muda tinggal anak angkat Bharadwaja.

Resi Bharadwaja dengan Lara Susila punya putra Kuru penerus Bharata.

Prabu Kuru membangun dinasti dan kerajaan Kuru menikah dengan Wara Subanggi [putri Dasarha] punya putra Widurata.

Prabu Widurata dengan Wara Supriya [putri Madhawa] punya putra Anaswan.

Prabu Anaswan dengan Wara Amerta [putri Madhawa] punya putri Rara Suwasa.

Wara Suwasa dengan Prabu Basumurti Wirata punya putra Basusena dan Basunanda.

Basusena jadi raja Gajah Oya negeri asal sang ibu bergelar Prabu Hastimurti.

Dinasti Gajah Oya dibentuk oleh Gajah Oya putra Prabu Sri Mahapunggung dari Purwacarita dengan istri kedua Lara Rukmini yang terruwat jadi manusia Raden Oya kemudian menikah dengan Lara Hoyi [putri Prabu Ajiwana dari Malawa].

Prabu Hastimurti raja Gajah Oya dengan Wara Kumari [putri Kekayi] punya putra Wasanta. Karena Wasanta masih anak-anak maka sambil menunggu jadi raja pengganti, tahta Gajah Oya sementara dipegang sang paman, Basunanda.

Wasanta menjadi Prabu Pratipa dengan Wara Sunandha [putri kerajaan Siwa] punya empat anak: Dewapi, Bahlika, Rara Sentani, dan Sentanu serta membangun istana baru di hutan Kuru Jenggala mengubah nama Gajah Oya menjadi Hastina untuk menghormati sang ayah lalu menobatkan diri jadi Maharaja Dewamurti kemudian meminta Wirata [yang sedang ditinggal rajanya Basukesti bertapa] mengakuinya.

Ketiga putranya berbeda pendapat: Si sulung Dewapi mendukung Hastina namun tidak setuju memerangi Wirata; adiknya Bahlika mendukung Hastina juga setuju memerangi Wirata; si bungsu Sentanu mengingatkan kisah kakek-mudanya Resi Basunanda yang khawatir ada permusuhan Wirata – Hastina menyarankan tetap menjaga kekeluargaan.

Karena Sentanu malah dimarahi sang ayah maka diam-diam memberi tahu Wirata bahwa Hastina didukung Siwandapura [mertua] akan menyerang. Wirata bersiap didukung Mandaraka dan Gandaradesa. Perang hebat terjadi; Prabu Bahlikasura serta menantunya Prabu Dewamurti tewas oleh candrasa Basutara [putra Basukesti]; Bahlika dan patih Siwa Wikuntana melarikan diri ke Siwandapura di tanah seberang; Dewapi si sulung dan patih Hastina Basusara menyerah.

Sentanu akhirnya yang ditunjuk menjadi raja baru Hastina namun dikutuk oleh kakaknya bahwa kelak Sentanu hanya punya anak namun tidak punya cucu hingga tahta Hastina melayang. Betul saja, sejak muda Sentanu dengan Lara Citradewi [putri Prabu Citraseya dari Padyampura] tidak punya anak.

Prabu Sentanumurti dengan Wara Hestijumpeni [Batari Gangga] punya delapan anak namun tujuh anak langsung tewas masuk sungai Gangga tinggal si bungsu Dewabrata yang lalu ditinggal sang ibu yang telah selesai tugas membantu Astabasu.

  • Astabasu adalah delapan batara yang terkena kutuk karena tindakannya mencuri lembu Nandi [bukan Nandini]. Agar bisa terlahir sebagai manusia minta tolong Batari Gangga. Maka sebelum dinikahi Prabu Sentanu, Batari Gangga minta agar apa yang dilakukan setelah anaknya lahir tidak boleh dipertanyakan.

Prabu Sentanu sanggup sehingga tujuh anak yang lahir langsung dibawa masuk sungai Gangga melepaskan kutuk tujuh batara yang ikut-ikutan. Hingga anak ke delapan Dewabrata karena Prabu Sentanu ingkar maka ditinggal pergi, majas kutukan pada batara ke delapan tidak dapat diruwat Batari Gangga.

Nah sekilas tentang trah BARATA, kita tahu siapakah Prabu Sentanu. Pingin tahu lebih tetaplah membaca lanjutannya.

Salam sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.