BATARI DURGA (GEDENG PERMONI )
Seni

BATARI DURGA (GEDENG PERMONI)

19. BATARI DURGA (GEDENG PERMONI) Kisah Batari Durga (Gedeng Permoni) berawal dari lakon SH Manikmaya & Sang Uma berkeliling jagat naik Lembu Andini, lihat Miniseri 18. Prajurit Batari Durga berjenis jin wujudnya menakutkan, pria-wanita telanjang bulat yang dikepalai Jurumeya semua tinggal di tempat pembuangan berbau mayat, Pasetran Gandamayit di Nusa Kambangan. Lakon tentang Batari Durga …

Continue Reading
SH MANIKMAYA & SANG UMA[YI]
Seni

SH Manikmaya & Sang Uma

18. SH Manikmaya & Sang Uma oleh St. Wid SH Manikmaya & Sang Uma di ceritakan awalnya Manikmaya setelah menghaturkan sembah sujud ke sembilan arah, kemudian menunggu SH Tunggal selesai wawan sabda dengan sang kakak. Ketika Ismaya sudah pergi dengan istrinya, Manikmaya dipanggil dan diberitahu SH Tunggal bahwa ia dipilih untuk menjadi penguasa Triloka. Mendengar …

Continue Reading
SH ISMAYA & SANG SENGGANI
Seni

SH ISMAYA & SANG SENGGANI

17. SH ISMAYA & SANG SENGGANI SH Punggung atau Ismaya setelah sembah sujud 10 arah, SH Tunggal menyatakan bahwa ia akan punya 10 anak. Ismaya terkejut karena ia tidak punya istri, SH Tunggal tanggap akan isi hati puteranya segera merapal aji pameling memanggil bidadari. Jleg, Dewi Senggani cucu SH Wenang putri SH Ening menghadap SH …

Continue Reading
SH ANTAGA & SH SARAWITA
Seni

SH ANTAGA & SH SARAWITA

16. SH ANTAGA & SH SARAWITA Tidak banyak yang bisa dikisahkan dari SH Antaga atau SH Puguh tinggal di khayangan Sabaluri. Pada masa mudanya Antaga bersama Ismaya mendampingi Manikmaya menjadi penguasa sementara khayangan Awang-awang Kumitir yang ditinggal ayahandanya SH Tunggal bertapa di dunia jin, Sunyaruri. Karena termakan kabar bohong Manikmaya berani menyerang kakak tiri SH …

Continue Reading
SH TUNGGAL & SANG RAKTI
Seni

SH TUNGGAL & SANG RAKTI

15. SH TUNGGAL & SANG RAKTI disusun oleh St.Wid Sebagai putera SH Wenang, Sang Tunggal juga gemar berkelana sambil tapa-brata. Semula menjadi raja di Keling menggantikan sang kakek dari ibu, Prabu Ari. Sang Tunggal beristri kakak sepupunya Dewi Dremani putri SH Darmajaka Wening dan berputera tiga akyan: SH Darmadewa / Rudra, SH Darmastuti, dan SH …

Continue Reading
SH WENANG & SANG SAOTI
Seni

SH WENANG & SANG SAOTI

14. SH WENANG & SANG SAOTI SH Nurrasa mewariskan ilmunya pada ketiga puteranya. Setelah mereka beranjak dewasa, mereka semua hidup abadi. Karena ketika mereka lahir diberi minum dan dimandikan dengan Tirta Kamandanu. Namun dari penguasaan dan penerapan ilmu kesaktian ternyata Wenang lebih mumpuni sehingga terpilih menjadi penerus SH Nurrasa dan mewarisi tiga pusaka: cicin Retna …

Continue Reading
SH NURRASA & SANG SARWATI
Seni

SH NURRASA & SANG SARWATI

13. SH NURRASA & SANG SARWATI. Setelah dewasa Nurrasa diberi minum dan dimandikan dengan Tirta Kamandanu sehingga kelak hidup abadi. Kemudian berbagai ilmu kesaktian SH Nurcahya diturunkan pada Nurrasa lalu juga diwarisi pusaka: cincin Retna Dumilah, akar Oyot Pulasara, dan tentusaja Cupu Manik Astagia yang berisi Tirta Kamandanu. Mirip ayahandanya, Nurrasa juga gemar bertapa hingga …

Continue Reading
SH NURCAHYO & NURRINI
Seni

SH NURCAHYA & SANG NURRINI

12. SH NURCAHYA & SANG NURRINI disusun oleh St.Wid Setelah dewasa Ne menjadi orang bijak yang meneruskan kepemimpinan SH Sis atas khayangan Nepala hingga meluas menjadi kerajaan Newari di tepi sungai Hindus. Sedang Nur yang gemar bertapa amat disayangi dan diam-diam selalu dilindungi  Ngajijil, tentu saja dengan berbagai bentuk lain. Keinginan Nur didukung Ngajijil yang …

Continue Reading
SH SIS &SANG MULAT
Seni

SH SIS & SANG MULAT

11. SH SIS & SANG MULAT disusun oleh ST.Wid Belajar dari kisah Sang Kabil, kakak sulung SH Sis, Sang Pangeran menambah tujuh ketentuan baru dari tiga ketentuan yang pernah diberikan pada SH A Dum. Tiga ketentuan lama, Akulah Pangeran, Sang Dum Adi, Pencipta dan Pemilik kalian: Jangan menyembah yang lain selain padaku dan cintailah aku …

Continue Reading
SH A Dum & Sang Kawa
Seni

SH A Dum & Sang Kawa

10. SH A DUM dan SANG KAWA disusun oleh St. Wid SH A Dum dan Sang Kawa meninggalkan status sebagai makhluk kesayangan Sang  Pangeran serta sebagai pemimpin semua makhluk hingga diusir dari khayangan Paradesa. Untung saja kedudukan sebagai tempat kediaman Wahyu Makhluk Pilihan masih boleh disandang. Sebagai sepasang penghuni di tanah subur Mabumijo tentu lebih …

Continue Reading