PANCAWATI & SINGGELAPURA
Seni

PANCAWATI & SINGGELAPURA

39. PANCAWATI & SINGGELAPURA

Perang Ramayana selesai, Laksmana diserahi Alengka Diraja yang sudah hancur untuk ditenteramkan sambil menunggu Gunawan Wibisana membangun keraton pengganti Alengka Diraja.

Rakyat berbagai bangsa menyambut gembira dan segera bergegas melintasi Alengka menuju Tanah Jawi, bumi idaman yang beriklim subur bagai khayangan dewata.

Setelah jadi, Gunawan Wibisana menamai keraton baru beserta bekas wilayah Alengka Diraja sebagai Singgelapura dimana ia jadi raja pertamanya. Dari migrasi agung yang melintas ada juga yang tertarik menetap di Singgelapura.

Sri Rama Wijaya tetap meraja di Pancawati baru didampingi Laksmana dan Anoman; begitu pula Prabu Sugriwa beserta para prajurit kera tetap di Gua Kiskenda.

Sri Rama & Wara Shinta menjalani hari-hari bahagia bersama. Hingga suatu ketika mengalami konflik dengan para satriya Pandawa yang membuat terbukanya sosok titisannya kelak.

Dasawilukrama anak bungsu Prabu Dasamuka dengan Lara Tari ternyata masih dendam kesumat disusupi Godayitma sukma Dasamuka yang tidak bisa mati karena memiliki Aji Pancasunya namun tubuh terhimpit gunung. Anggada mewaspadai bahaya ini.

Kapi Jembawan kera tua pengasuh Guwarsa sejak belum jadi Sugriwa jatuh cinta pada Rara Trijata namun tahu diri maka lalu bertapa hingga didatangi dewa dan diberi penampilan mirip Laksmana. Datang ke taman Argasoka menemui Rara Trijata yang memang sedang gandrung dengan Laksmana. Gempar berujung terbongkarnya Laksmana palsu hingga mau tidak mau Lara Trijata menjadi istri kera tua jelek [majas kutuk uwaknya Prabu Dasamuka] yang kelak punya putri Rara Jembawati yang menjadi istri Narayana, Prabu Kresna.

Sri Rama dan Sinta diminta Barata kembali ke Ayodya. Dalam perjalanannya bertemu Rara Jarini putri Sarpakenaka membuat ulah. Kembalinya Rama & Sinta disambut meriah di Ayodya namun tidak lama. Semar dan Bawor tidak ikut pindah dari Pancawati ke Ayodya namun pindah ke Klampis Ireng. Kelak Semar pindah lagi mengasuh keturunan Resi Parikenan baru bertemu dengan Gareng dan Petruk.

Suatu ketika Sri Rama menangani masalah suatu keluarga yang menyangsikan kesucian istrinya hingga lancang menyinggung Sri Rama. Termakan kasus rakyatnya Sri Rama mengusir Wara Sinta yang sedang hamil.

Kepergian Sinta serta tanpa Semar menjadikan Ayodya alami goro-goro berbagai bencana melanda. Sinta yang hampir tenggelam diselamatkan Resi Walmiki guru Rama & Laksmana hingga melahirkan dua anak kembar Ga Telawa dan Kusiya.

Ayodya menjadi gersang dan alami paceklik hingga Sri Rama membuat Kurban Kuda. Seekor kuda dilepas dan kemana kuda itu datang maka wilayah tersebut ditaklukan.

Suatu ketika sampai di pertapaan Resi Walmiki namun ternyata prajurit Ayodya tidak mampu mengalahkan Telawa dan Kusiya hingga Sri Rama marah dan akan memanahnya yang segera dicegah Resi Walmiki menjelaskan bahwa si kembar itu adalah anak kandung sendiri.

Sri Rama terkejut dan sekelebat melihat bayangan istrinya yang lari dan dikejarnya. Sambil menangis Sinta memohon Ibu Pertiwi mendekapnya dan terjadi, bumi terbelah menelan Sinta.

Sedih mendapati istrinya telah tewas setelah memberi pesan pada putra kembarnya, Telawa diminta menjadi raja di Ayodya dan Kusiya diminta menjadi raja di Mantili kerajaan sang ibu, Sinta.

Sri Rama bertapa di Kutarungu menjadi Begawan Rama untuk mempersiapkan diri menitis pada satria Pandawa. Kelak Sri Rama menitis pada keturunan jauhnya Prabu Kresna raja Dwarawati; Laksmana jiwanya menitis pada Prabu Baladewa raja Mandura dan sukmanya Arjuna satria Madukara; dan Sinta terbagi jiwanya menitis pada Jembawati sedang sukmanya menitis pada Sumbadra.

Raden Telawa menjadi Prabu Ramatelawa raja Ayodya kelak memiliki putra Kuntiboja. Raden Kusiya menjadi Prabu Ramakusiya raja Mantili menggantikan sang kakek Prabu Janaka. Dentawilukrama menggantikan sang ayah Prabu Wibisana menjadi raja Singgelapura berikutnya bergelar Prabu Bisawarna.

Prabu Kuntiboja menjadi raja Ayodya yang diubah nama menjadi Mandurareja. Prabu Kuntiboja I digantikan putranya Prabu Kuntiboja II.

Prabu Basudewa cucu Kuntiboja menjadi raja nama dipendekkan jadi Mandura. Prabu Basudewa saat sedang berburu ditiru Ditya Gorawangsa dan meniduri Lara Maerah. Saat melahirkan tentusaja yang keluar adalah bayi denawa namun ketika remaja menuntut mahkota Mandura dan ingin membasmi semua putra Basudewa.

Dengan pertolongan demang Widara Kandang trah Basudewa selamat bahkan mampu merebut tahta kembali ketika Prabu Kangsa mengadakan sayembara adu jago. Hingga Kakrasana bisa menjadi raja Mandura bergelar Prabu Baladewa.

NB: Walau dalam cerita India Ramayana dan Mahabarata beda cerita namun dalam pedalangan Jawa ada kisah-kisah penyambungnya seperti Rama Nitik salah paham dengan Pandawa, lalu Semar Boyong rebutan dengan Pandawa, dan akhirnya Rama Nitis.

Nah paparan dari cerita PANCAWATI & SINGGELAPURA ini akan mendasari cerita-cerita wayang yang sering kita dengar. Tokoh -tokohnya mulai kita pahami asal muasalnya.

Dan tokoh-tokoh pada PANCAWATI & SINGGELAPURA ini akan semakin seru pada cerita carangan yang dikembangkan oleh banyak Dalang. yuk tetap setia menunggu cerita selanjutnya ya untuk mengenal Warisan Budaya Jawa yang sarat dengan nilai -nilai moral dan kehidupan.

Tetap semangat, tetap Prokes dan Salam Seroja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.