SH NURCAHYO & NURRINI
Seni

SH NURCAHYA & SANG NURRINI

12. SH NURCAHYA & SANG NURRINI disusun oleh St.Wid Setelah dewasa Ne menjadi orang bijak yang meneruskan kepemimpinan SH Sis atas khayangan Nepala hingga meluas menjadi kerajaan Newari di tepi sungai Hindus. Sedang Nur yang gemar bertapa amat disayangi dan diam-diam selalu dilindungi¬† Ngajijil, tentu saja dengan berbagai bentuk lain. Keinginan Nur didukung Ngajijil yang …

Continue Reading
SH SIS &SANG MULAT
Seni

SH SIS & SANG MULAT

11. SH SIS & SANG MULAT disusun oleh ST.Wid Belajar dari kisah Sang Kabil, kakak sulung SH Sis, Sang Pangeran menambah tujuh ketentuan baru dari tiga ketentuan yang pernah diberikan pada SH A Dum. Tiga ketentuan lama, Akulah Pangeran, Sang Dum Adi, Pencipta dan Pemilik kalian: Jangan menyembah yang lain selain padaku dan cintailah aku …

Continue Reading
SH A Dum & Sang Kawa
Seni

SH A Dum & Sang Kawa

10. SH A DUM dan SANG KAWA disusun oleh St. Wid SH A Dum dan Sang Kawa meninggalkan status sebagai makhluk kesayangan Sang  Pangeran serta sebagai pemimpin semua makhluk hingga diusir dari khayangan Paradesa. Untung saja kedudukan sebagai tempat kediaman Wahyu Makhluk Pilihan masih boleh disandang. Sebagai sepasang penghuni di tanah subur Mabumijo tentu lebih …

Continue Reading
Diusir
Seni

Diusir

09. DIUSIR disusun oleh St.Wid Keputusan Pangeran Sang Dum Adi tidak memampukan Sukma Agung menggandakan diri ternyata amat baik, tidak ada satupun Sukma Agung yang mau ataupun setuju dengan Ngajijil. Hanya ada 600 Sukma Purwa kebanyakan keturunan para siluman dan 60 Sukma Madya kebanyakan keturunan para jin serta 5 Sukma Utama yang mendukung Ngajijil. Selanjutnya …

Continue Reading
NGAJIJIL
Seni

NGAJIJIL

08. NGAJIJIL disusun oleh St.Wid Dalam wayang purwa ini mulailah alkisah karena begitu besar kasih Pangeran dengan titah yang disebut manusia, sehingga beliau menetapkan bahwa manusia adalah penguasa atas semua titah dan kelak keturunan manusia merajai semua hal ihwal kehidupan. Untuk menyiapkan itu Pangeran memberikan tiga ketentuan pada SH A Dum dan Kawa, yaitu: Akulah …

Continue Reading
BANGSA MANUSIA
Seni

BANGSA MANUSIA

07. BANGSA MANUSIA oleh St Wid. BANGSA MANUSIA menurut wayang purwa, pada awalnya berasal dari 100 Sukma Utama masing-masing diminta Sang Pangeran menggandakan diri secara maksimal, ternyata masing-masing hanya mampu menggandakan diri menjadi 10 kembaran identik sehingga kini ada 1100 Sukma Utama. Pangeran Sang Dum Adi mengambil satu Sukma Utama hasil penggandaan untuk diberi Jiwa …

Continue Reading
BANGSA JIN
Seni

BANGSA JIN

06. BANGSA JIN disusun oleh St. Wid. Dari 1.000 Sukma Madya masing-masing diminta Sang Pangeran menggandakan diri secara maksimal, ternyata masing-masing hanya mampu menggandakan diri menjadi 10 kembaran identik sehingga kini ada 11.000 Sukma Madya. Pangeran Sang Dum Adi mengambil tiga Sukma Madya hasil penggandaan untuk diberi Jiwa dan Raga yang lebih baik dari kaum …

Continue Reading
SUKMA MADYA
Seni

SUKMA MADYA

02. SUKMA MADYA disusun oleh St. Wid Juga diciptakan 1.000 Sukma Madya yaitu para sukma yang bersinar putih kebiruan mewarisi 96% kemampuan pikir Sang Pangeran. Bilamana perlu atas restu Sang Pangeran, para Sukma Madya diijinkan menggandakan diri. Semua Sukma Madya bertugas menjaga titah di Marcapada baik di daratan Mahabumi maupun di lautan Segoropurba. Mereka menjaga …

Continue Reading
00.SUKMA UTAMA
Seni

SUKMA UTAMA

00. SUKMA UTAMA disusun oleh St.Wid Pada mulanya dijagat raya ini hanyalah ruang kosong belaka. Tidak ada makhluk maupun benda apapun. Ruang kosong begitu sunyi, hanya satu sukma putih cemerlang beraura pelangi namun tidak menyilaukan, yang menikmatinya. Entah sudah berapa lama hingga sukma tersebut berfikir untuk mengakhiri kesendirannya. Sukma adalah roh yang bisa berfikir, berkemauan, …

Continue Reading
Sekuel 6 MAHANTARA
Seni

Sekuel 6 MAHANTARA

Sekuel 6 MAHANTARA disusun oleh St. Wid. Setelah dataran rendah di utara Jawa tenggelam menjadi Laut Jawa berdirilah Astinaraya (gabungan Indraprasta, dll) negeri MAHANTARA atau Nusantara Kuna. Dalam wayang purwa yang disebut hanyalah Prabu Parikesit (putra Raden Abimanyu & Dewi Utari) raja Astinaraya pertama yang memakai gelar seperti kakek canggah (ayah dari kakek buyutnya Prabu …

Continue Reading