WIRATA & GAJAH OYA - HASTINA
Seni

WIRATA & GAJAH OYA – HASTINA

40. WIRATA & GAJAH OYA – HASTINA

Batara Srinada, putra ke dua Batara Wisnu, mendirikan kerajaan Wirata di dalam wilayah kerajaan Mendangkamulan dan jadi raja bergelar Prabu Basurata, punya satu putra Bramaneka.

Bramaneka karena banjir memindahkan Wirata ke Andongwilis dan meraja bergelar Prabu Basupati dengan Batari Indradi punya dua putra Basumurti dan Basukesti. Masa muda Bramaneka bersamaan dengan kisah berdirinya dinasti Gajah Oya.

Prabu Basumurti di Wirata dengan Wara Suwasa punya dua putra: Basusena jadi raja Gajah Oya bergelar Prabu Hastimurti. Sambil menunggu Wasanta putra Prabu Hasti dewasa tahta sementara dipegang pamannya Basunanda, adik Basusena. Setelah Wasanta dewasa menjadi Prabu Pratipamurti ubah Gajah Oya menjadi Hastina untuk menghormati sang ayah, Hasti. Basunanda bertapa menjadi resi.

Prabu Basumurti di Wirata wafat keracunan karena para putra memilih di Gajah Oya maka Prabu Basumurti diganti sang adik Basukesti yang punya putra Basutara. Sehingga putra Basumurti di Hastina, putra Basukesti lanjut Wirata.

Basutara menjadi Prabu Basukiswara punya putra Basuketi (bukan Basukesti).

Basuketi menjadi Prabu Wasupati punya dua anak Rara Durgandini dan Durgadana. Rara Durgandini sakit lalu menjadi tukang perahu penyeberangan Rara Amis. Disembuhkan lalu jadi istri Resi Palasara punya satu putra Abiyasa dan empat saudara angkat Rajamala, Rara Rekatawati, Rupakenca, dan Kencarupa.

Durgandana menjadi Prabu Matswapati nikah dengan Rara Rekatawati dengan nama dewasanya Wara Yustinawati punya empat anak: Seta, Untara, Wratsangka, dan Rara Untari. Tiga putra Prabu Matswapati gugur di awal Baratayuda. Sedang si bungsu menjadi istri pernah cucunya Abimayu putra Arjuna kelak punya putra Parikesit menjadi raja Hastina Raya [setelah Baratayuda] bergelar Prabu Dipayanana seperti gelar kakek canggahnya (kakek dari kakeknya) Abiyasa.

Prabu Pratipa dari Hastina [tewas kala menyerang Wirata (lawan Basutara putra Prabu Basukesti yang pergi bertapa), punya tiga putra dan satu putri Rara Sentani.

Prabu Sentanumurti raja Hastina nikah dengan Wara Hestijumpeni [samaran Batari Gangga untuk menolong Astabasu] punya delapan putra namun tujuh putra pertama tewas masuk ke sungai Gangga, tinggal yang anak ke delapan masih hidup benama Dewabrata.

Ditinggal istri Prabu Sentanu merantau berselisih dengan Resi Palasara karena pertengkaran anak Abiyasa lawan Dewabrata. Karena bertanding lama dan seimbang dipisah Batara Narada dengan ketentuan Palasara dan Abiyasa kembali ke pertapaan Saptaarga untuk mempersiapkan peristiwa penting menyelamatkan kerajaan, dan Lara Durgandini ditrimankan ke Prabu Sentanu raja Astina begitu pula dengan kerajaan Talkanda [tempat tinggal Prabu Dipakiswara gelar Palasara] menjadi satu dengan Hastina jadi Hastina Pura.

Prabu Sentanu nikah dengan Durgandini dengan nama dewasa Wara Setyawati punya dua putra Citragada dan Wicitawirya. Dewabrata jadi Resi wadat Bisma di Talkanda. Wadat, tidak menikah selamanya untuk memenuhi syarat agar Durgandini mau diperistri sang ayah, Prabu Sentanu.

Prabu Citragada berusia pendek lalu diganti sang adik Prabu Wicitawirya. Dicarikan istri oleh kakak tirinya Resi Bisma dalam suatu sayembara memperebutkan dua putri Rara Ambika dan Rara Ambalika namun secara tidak sengaja ketambahan Lara Amba sang kakak sulung yang sudah menikah. Dikembalikan suaminya tidak menerima lagi sedang Resi Bisma tidak bisa menikahi karena telah bersumpah wadat atau selibat (tidak nikah) untuk memenuhi syarat ayahnya Sentanu agar bisa menikahi Lara Durgandini. Hal tersebut menimbulkan kekecewaan Lara Amba hingga merana meninggal dunia. Kelak sukma Amba akan menjemput Bisma saat perang Baratayuda, dan benar sebab hanya senapati wanita yang bisa mengalahkan Bisma karena disusupi sukma Amba, dialah Wara Srikandi.

Ternyata Prabu Wicitawirya juga berusia pendek bahkan belum punya putra dari dua istrinya Wara Ambika dan Wara Ambalika. Hastina putus asa namun tidak bagi ibu suri Wara Setyawati memanggil Resi Abiyasa putranya dengan Resi Palasara.

Wara Ambika ketika bertemu Resi Abiyasa yang jelek dan hitam memejamkan mata maka kelak akan punya anak buta Drestarasta, ayah Suta Kurawa. Sedang Wara Ambalika ketika bertemu pucat dan memalingkan muka maka kelak anaknya berwajah pucat dan tengeng bernama Pandu, ayah Pandawa Lima. Lalu Resi Abiyasa didaulat menjadi raja Astina bergelar Prabu Kresna Dipayana. Sebelum dinobatkan beliau pulang memboyong kekasihnya Datri cantrik Saptaarga kelak mereka punya anak Widura ayah Sanjaya yang membelot ikut Pandawa saat Baratayuda.

Sentanu sepuh sangat menyesal anak yang perkasa tidak mau menikah sedang dua anak yang jadi raja berusia pendek. Sentanu naik ke khayangan Suralaya gugat ke para batara namun hanya dapat penjelasan bahwa memang begitu jalan hidupnya. Karena sudah tidak mampu menahan beratnya hidup maka mumpung di khayangan minta mati, dan dikabulkan.

NB: Suatu waktu Resi Bisma dan Pandita Durna bercengkerama menceritakan masa lalu mereka, baru diketahui bahwa ketika muda mereka secara terpisah menjadi murid Resi Parasurama yang mudanya bernama Yamadageni adik Suwandageni [ayah Sumantri dan Sukrasana]. Resi Bisma atau Dewabrata kakak seperguruan Pendita Durna atau Kumbayana.

Nah WIRATA & GAJAH OYA – HASTINA ini menjadi agak jelas dengan asal usul kerajaan Hastina.

Salam Seroja sehat rohani dan jasmani. Tetap semangat Prokes ya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.