BATARA WISNU & 3 ISTRI
Seni

BATARA WISNU & 3 ISTRI

24. BATARA WISNU & 3 ISTRI

Batara Wisnu ( Nama lainnya : Batara Suman, Batara Ari, Batara Narayana, Batara Kesawa, Kalasakti, Purusottama), putera kelima Batara Guru, lahir dengan perlambang beraneka perubahan cuaca. Ia ada setelah SH Manikmaya dan Sang Uma ditegur SH Tunggal agar tidak membuat anak sembarangan hanya menerapkan asmara biasa saja tetapi harus menerapkan ajian triasmaran: asmaracipta, asmaraturida, dan asmaragama. Jadi Batara Wisnu adalah putra bungsu (lahir terakhir) Batari Uma asli.

Sebagai Dewa Kebijakan, Batara Wisnu menurunkannya pada semua titisan Wisnu seperti Prabu Arjunasasra di Maespati, Prabu Ramawijaya di Poncowati, Prabu Batara Kresna di Dwarawati, Prabu Anglingdarma di Malawapati, dlsb. Jika bertiwikrama menjadi Brahala, wis bubrah tur ala, sudah rusak juga buruk.

Batara Wisnu tinggal di khayangan Untarasegara menikah dengan putri Batara Wismaka (putra kelima SH Pancaresi). Dengan Batari Sri Pujayanti (Dewi Laksmita) punya 12 anak: Batara Heruwiyana, Batara Ishawa, Batara Bhisawa, Batara Isnawa, Batara Isnapurna, Batara Madura, Batara Madudewa, Batara Madusadana, Batari Srihuna, Batari Srihuni, Batara Pujarta, Batara Panonboja, Batara Sarwedi; dengan Batari Sri Sekar (Dewi Laksmi) punya tiga anak: Batara Srigati (pendiri negara Purwacarita sebagai Prabu Sri Mahapunggung), Batara Srinada (pendiri negara Wirata kuna sebagai Prabu Basurata), dan Batari Srinadi; dengan Dewi Pertiwi berputra Seteja Prabu Bomanarakasura raja negara Trajutrisna.

Selain golongan Putra Bayu juga ada Kerabat Wisnu: Wisnukapiwara (wisnu dari golongan kera), Wisnubadra (wisnu dari golongan burung), Wisnungkara (wisnu dari golongan raksasa), Wisnunjali (wisnu dari golongan pandita) dan Wisnumaya (wisnu dari golongan benda langit).

Tunggangannya seekor Kagendra raja burung bernama Brihawan dijodohkan Batara Guru dengan Dewi Kastapi berputera dua telur (antigo) yang oleh Batara Guru satu diberikan kepada Batari Ngruna (menetas jadi Kagendra Sempati dan Jatayu) serta satunya diberikan pada Batari Ngruni (menetas menjadi Naga Gumbang dan ular kecil-kecil). Batari Ngruna dan Ngruni adalah istri Batara Surya. Selain menjadi raja, Batara Wisnu sering turun ke bumi: berwujud matsya (ikan) menyelamatkan kitab suci Weda, berwujud kurma (bulus) menyangga gunung Mahameru, wujud waraha (babi hutan) menyelamatkan bumi, wujud narasinga (manusia kepala singa) membunuh perusuh Hiranya-kasipu,wujud dalang, dlsb.

Nah dalam cerita Wayang Purwa ‘ BATARA WISNU & 3 ISTRI ‘ ini kita menjadi tahu bahwa Batara Wisnu masih bisa kita kenali dari wayang -wayangnya yang menjadi titisan Wisnu. Nanti ceritanya akan sampai juga pada wayang – wayang yang kita kenal pada umumnya. Ikuti terus lanjutannya ya .

Jangan lupa masih tetap di rumah. Sembari tetap belajar, baca-baca tambah ilmu kan tak terasa kita bisa melewati masa Pandemi ini .

Salam SEROJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.