Diusir
Seni

Diusir

09. DIUSIR disusun oleh St.Wid

Keputusan Pangeran Sang Dum Adi tidak memampukan Sukma Agung menggandakan diri ternyata amat baik, tidak ada satupun Sukma Agung yang mau ataupun setuju dengan Ngajijil. Hanya ada 600 Sukma Purwa kebanyakan keturunan para siluman dan 60 Sukma Madya kebanyakan keturunan para jin serta 5 Sukma Utama yang mendukung Ngajijil.

Selanjutnya untuk mengajak manusia, Ngajijil menyamar jadi ular membujuk Kawa agar mau memakan buah pohon Rewan yang baru saja matang. Kawa tergoda lalu membujuk SH A Dum untuk memakan buah rewan mumpung pas berbuah.

Ular Ngajijil berkata, “Sabda Sang Pangeran, buah Rewan adalah pengetahuan baik dan buruk, makan buah itu akan jadi bijaksana seperti Sang Pangeran.” Tergiur ingin jadi bijaksana seperti Sang Pangeran, SH A Dum memetik dan memakan buah larangan.

Pohon Rewan yang dipetik buahnya bergetar hebat seolah memberitahu tuannya, Sang Pangeran. SH A Dum dan Kawa pun bersembunyi tidak mau ikut Ngajijil serta baru kini menyadari selama ini mereka telanjang juga ketakutan mengalami goncangan hebat pohon Rewan. Itulah goro-goro pertama di khayangan Marcapada.

Sang Pangeran beserta para Sukma Agung tanpa Ngajijil datang dan mengetahui duduk persoalannya dan dengan sabar bersabda, “A Dum dan Kawa setelah kalian mengetahui hal baik atau buruk kini kalian tidak layak lagi tinggal di khayangan Paradesa. Pergilah dan berbuatlah sekehendak kalian.” Lalu SH A Dum dan Kawa terlempar ke tempat subur bernama Mabumijo di benua Mahabumi dan selama terlempar Sang Pangeran masih perhatian, memberi mereka pakaian.

Namun kesabaran Sang Pangeran tidak terjadi pada Ngajijil dan pengikutnya, “Hai kalian semua yang mau memaksakan kehendak kalian sendiri, keluarlah dari Marcapada.” Seketika itu juga Ngajijil beserta pengikutnya terlempar ke ujung benua Mahabumi ke suatu tempat gersang bernama Bumikaca dan selama terlempar itu mereka terbakar hingga menghanguskan sosok elok sebelumnya.

Pohon Rewan berhenti bergetar, khayangan Paradesa serta khayangan Marcapada kembali tenang, namun pohon Rewan seperti merasakan kekecewaan Sang Pangeran, pelan-pelan daunnya mengering lalu rontok berguguran sehingga tinggal ranting, dahan, dan batang tanpa daun sehelaipun namun akarnya masih kuat menancap di Mahabumi menopang langit khayangan Marcapada.

Akar pohon Rewan seperti menjadi penghubung Mahabumi ke Marcapada dan sebaliknya. Maka kelak pada jaman berikutnya baru diketahui ternyata bagian dari pohon Rowan terutama akarnya mampu menghidupkan makhluk yang mati sebelum saatnya dipanggil kembali Sang Pangeran ke khayangan Marcapada.

Nah sahabat pembaca, kita sekarang tahu mengapa Ngajijil Diusir oleh Pangeran Sang Dum Adi. Untuk melihat kelajutan ceritanga ikuti terus cerita fiksi wayang berikutnya .

Salam sehat dan tetap semangat memakai masker, Handsanitizer, dan jaga jarak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.