NGAJIJIL
Seni

NGAJIJIL

08. NGAJIJIL disusun oleh St.Wid

Dalam wayang purwa ini mulailah alkisah karena begitu besar kasih Pangeran dengan titah yang disebut manusia, sehingga beliau menetapkan bahwa manusia adalah penguasa atas semua titah dan kelak keturunan manusia merajai semua hal ihwal kehidupan. Untuk menyiapkan itu Pangeran memberikan tiga ketentuan pada SH A Dum dan Kawa, yaitu:

Akulah Pangeran, Sang Dum Adi, Pencipta dan Pemilik kalian:

Jangan menyembah yang lain selain padaku dan cintailah aku lebih dari segalanya.

Jangan menyebut namaku tidak dengan hormat.

Tunjukkan hormat baktimu dengan menjalani perintahku.

Selain memberikan tiga ketentuan tersebut Pangeran juga menyatakan larangan untuk memakan buah Rowan karena hal itu bisa menyebabkan hubungan khayangan Marcapada termasuk Paradesa dengan Mahabumi akan terpisah.

Ngajijil yang sejak awal sudah cemburu dengan manusia dan selalu berujar bahwa manusia tidak akan menjadi seperti yang Pangeran inginkan, mulai menyebar kabar bohong (kelak hal ini menjadi ciri utama pengikut Ngajijil) dalam mencari pengikut.

Setelah sekian lama sembunyi-sembunyi, bergerilya akhirnya terkumpul ada 5 Sukma Luhur, dan 60 Sukma Madya kebanyakan para Jin, serta 600 Sukma Purwa kebanyakan para Siluman. Tidak ada satupun Sukma Utama, Akyan dan Monster yang mau ikut.

Sukma Luhur pengikut Ngajijil disebutnya sebagai anak-anaknya jabatannya sebagai Senapati, Sukma Madya dan para Jin pengikut disebutnya sebagai para cucu jabatannya sebagai Hadipati, serta Sukma Purwa dan para Siluman disebutnya sebagai para cicit jabatannya sebagai Manggala. 

Ngajijil diam-diam mulai menyusun pengikutnya membentuk pasukan di khayangan. Tindakan ini kelak juga menjadi ciri utama pengikut Ngajijil, diam-diam membangun pasukan dengan memanfaatkan kebaikan dan fasilitas tuannya untuk menentang tuannya. Suatu tindakan tercela yang tetap dipelihara Ngajijil dan pengikutnya.

NB: Ciri utama pengikut Ngajijil:

1. Penyebar kabar bohong;

2. Bekerja pada majikan untuk [diam-diam] menentang dan merongrong majikannya;

3. ditambahkan dan lihat pada mini seri berikutnya.

Nah makin tahu ya asal usul wayang yang memiliki sifat yang buruk yang akan menitis terus sampai pada keturunan yang mana ya . Akan sampai pada tokoh wayang apakah sifat Ngajijil di wayang purwo ini?

Yuk kita ikuti kelanjutannya di minggu depan.

Tetap semangat, jangan lupa pakai masker dan membawa hand sanitizer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.