SANG DUM ADI
Seni

SANG DUM ADI

04. SANG DUM ADI disususn oleh St.Wid

Setelah lengkap khayangan Marcapada beserta isinya serta para Sukma Utama, Sukma Luhur, Sukma Madya, dan Sukma Purwa, Pangeran Sang Dum Adi berniat membangun benteng pelindung Mahabumi maka terlebih dahulu semua sukma diberi tubuh rohani dengan ciri-ciri kekal, tidak berkelamin, berbadan pria namun wajah elok rupawan seperti pemuda berusia 25 tahunan dan memiliki sayap serta masih tetap mewarisi sifat tidak makan dan minum juga tidak berketurunan.

Pangeran menjelaskan rencana besarnya membuat kubah pelindung Mahabumi dan Segarapurba beserta penjelasan terperinci dan pembagian tugasnya. Seluruh penghuni khayangan Marcapada segera melaksanakan tugas.

Pangeran dengan Sabda saktinya menggubah kubah pelindung yang beralas di atas pegunungan Kalpika. Sepuluh sukma utama segera menyisiri memeriksa kubah pelindung. Para sukma luhur merekatkan dasar kubah dengan pegunungan Kalpika. Para sukma madya menguji kekuatan kubah pelindung dari luar dan para sukma purwa menguji kekuatan kubah pelindung dari dalam.

Setelah yakin kua,t kubah pelindung kelak mampu menghalangi titah dunia luar memasuki Mahabumi, maka Pangeran membuka gerbang kubah pelindung yang hanya Beliau sendiri yang mampu membukanya maka segera seluruh sukma utama, luhur dan madya dipanggil masuk ke dalam Marcapada.

Tidak puas hanya sampai di situ, Pangeran masih berniat melanjutkan dengan mengisi Mahabumi dan Segarapurba dengan berbagai ragam titah untuk itu beliau bersama para sukma membangun taman kecil di pusat khayangan Marcapada yang kelak disebut sebagai khayangan Paradesa.

Khayangan Paradesa di pusat bumi ditopang pohon kehidupan Rewan (leluhur pohon Kalpa) yang berbuah lebih besar dan enak dimakan namun sangat jarang berbuah, maka buahnya menjadi buah larangan untuk dimakan. Pohon Rewan menjadi penghubung khayangan Paradesa dan Marcapada dengan Mahabumi.

Ketika buah pohon Rewan dipetik SH A Dum, pohonnya bergetar hebat merusak khayangan Marcapada, Paradesa, dan benua Mahabumi terbelah menjadi dua Uttara [bumi utara] dan Daksina [bumi selatan]. Setelah SH A Dum diusir pohon Rewan daunnya rontok berguguran hingga seolah-olah pohon Rewan berakar di tanah dan di langit / awan. Pohon inilah yang dilihat SH Nurcahya yang kelak mengambil sedikit akar yang menyembul di atas tanah menjadi pusaka Lata Mahosadhi yang bisa menyembuhkan berbagai sakit-penyakit bahkan menghidupkan titah yang mati tapi belum saat dipanggil Pangeran Sang Dum Adi.

Nah makin asik kan, sebenarnya bisa semakin asik seperti cerita-cerita silat dari China lo banyak cerita fiksi tidak kalah menariknya.

Tetap semangat membaca budaya kita yang sarat dengan pesan moralnya.

Jangan lupa tetap 3M, memakai Masker, mencuci tangan pakai sabun dan Menjaga jarak jika berkomunikasi langsung.

Tunggu lanjutannya ya….cus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.