Sekuel 0 MARCAPADA
Seni

Sekuel 0 MARCAPADA

Sekuel 0 MARCAPADA

disusun oleh St. Wid

Cerita ini berawal entah ribuan atau jutaan atau bahkan milyaran tahun yang lalu. Tidak diketahui pastinya namun saat itu di dunia yang disebut Marcapada hanya ada satu lautan tak bertepi yang disebut Purba Segoro dan satu daratan mahaluas yang disebut MAHABUMI. Dosa pertama yang dilakukan manusia terpilih menimbulkan goro-goro yang memecah-belah Mahabumi.

NB: Perlu diketahui pada masa ini para titah utama masih memiliki sampai dengan 90% kekuatan pikir Karunia Pangeran SH Dum Adi.

Sang Pencipta yang sering menyebut diri sebagai Sang Hyang (SH) Purwa Wasana mengalami kegelisahan akibat semakin banyak titah di dunia besar yang mendiami 31 benua besar. Agar mempermudah pengawasan maka SH Purwa Wasana menggandakan diri (replikasi) menjadi 31 sosok yang identik, 100%( persen) sama dengan dirinya kecuali dalam hal kekuasaan.

SH Purwa Wasana penguasa tunggal jagat raya sedang 31 kembarannya menjadi penguasa hanya di setiap benua tertentu. Semua kembaran kelak disebut para putera (bukan anak dalam arti keturunan / hasil perkawinan) dan yang di Marcapada sering disebut sebagaimana SH Purwa Wasana memanggil sebagai Pangeran yang bergelar SH Dum Adi. Dum berarti turunan, dan Adi berarti besar sekali, jadi Dum Adi bisa berarti keturunan yang mahabesar.

Marcapada saat itu hanya terdiri dari dua bagian utama yaitu lautan luas tak bertepi yang disebut Segoro Purba dan daratan mahaluas yang disebut Mahabumi. Begitu terpesonanya SH Dum Adi pada Marcapada maka beliau bertekat bukan cuma melaksanakan tugas dari SH Purwa Wasana sebagai penjaga Marcapada namun atas sifat mahakasihnya juga berkemauan melindungi seutuhnya.

Maka setelah lengkap menciptakan titah termasuk para malaikat, jin, siluman, dan manusia (ikuti seri dari sekuel ini) beliau menciptakan kubah pelindung melingkupi Marcapada dengan dasar pegunungan Selatan yang memisahkan dunia kecil dengan dunia besar di luar itu. Kubah tersebut awalnya hanya untuk melindungi Marcapada dari titah dunia besar serta untuk menata Marcapada sebagai dunia yang paling rawan berubah akibat berada di pusat jagat raya dimana pengaruh magnet semesta teramat kuat.

Agar kelak Marcapada aman dari gangguan maka pegunungan Selatan yang semula hijau seperti pegunungan pada umumnya lama kelamaan menjadi berselimut es abadi yang semakin menebal. Es abadi tersebut juga dipercepat prilaku manusia yang juga penasaran ingin keluar kubah termasuk menggunakan bom nuklir.

Sebagai sosok hasil penggandaan (repllikasi) SH Purwa Wasana tentu juga menurun dalam hal kesempurnaan seperti tidak berbuat dosa kecuali dalam hal kekuasaan, di jagat raya para kembaran hanya berkuasa di benua masing-masing.

Setiap titah diberi kehendak bebas bisa berfikir, bergerak, dan berkemauan. Namun banyak titah ciptaan SH Dum Adi yang ternyata membawa sifat tercela dimulai dari Ngajijil, sukma utama ke 10, karena tidak mampu mengendalikan diri.

Merasa menjadi Sukma Utama paling tinggi serta tidak cocok dengan kebijakan Pangeran SH Dum Adi tentang manusia maka Ngajijil melakukan pemberontakan dengan terlebih dulu mempengaruhi para malaikat. Tidak kurang 6 malaikat Sukma Luhur termasuk para manusia sesat, dan 60 malaikat Sukma Madya sebagian besar kaum Siluman, serta 600 malaikat Sukma Purwa sebagian besar kaum Jin.

Terbukti hingga masa kini Ngajijil dan pengikutnya yang diusir dari khayangan Paradesa mulai sejak menghuni Mahabumi di tempat yang bernama Bunikaca tidak henti-hentinya menggoda dan menjadikan manusia sebagai pengikut Ngajijil yang sering disebut Setan.

Setan, Ngajijil dan pengikutnya, menggoda bukan dengan hal yang menakutkan namun dengan iming-iming hal yang menarik mulai dari kekuasaan, wanita, hingga harta benda, di masa kini godaan paling manjur adalah berupa uang.

Manusia tergiur tergoda mencari uang sebagai hal pokok melupakan pesan utama Pangeran SH Dum Adi agar berupaya mencari kebahagiaan. Kebahagiaan baru bisa didapat jika diri diliputi cinta kasih menjadi pribadi yang penuh welas asih sehingga bisa meneladani keluarganya mengembangkan cinta kasih baru kemudian meluas ke masyarakat kecil di daerah tempat tinggal hingga negara / kerajaan bahkan di seluruh Marcapada.

Cintakasih, adalah suatu pesan agung yang senantiasa digaungkan SH Dum Adi beserta para pengikutnya. Bahkan Sang Pangeran tidak segan-segan menjelma sebagai manusia kecil dan sederhana untuk menguatkan mereka serta memberi contoh teladan cara memperlakukan orang kecil dan sederhana.

Semoga kisah Sekuel 0 MARCAPADA ini beserta seri-seri pendukungnya mengilhami kita untuk kembali melaksanakan pesan Sang Pangeran. Melupakan hal tersebut berakibat bencana yang mengerikan seperti diceritakan dalam mahaseri BabaT Alam Dunia sekuel beserta seri-seri berikutnya.

 

Setyo Widodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.