*Palguna – Palgunadi*

*Palguna - Palgunadi* Kisah tokoh Palgunadi bisa menjadi contoh,

*Palguna – Palgunadi* Kisah tokoh Palgunadi bisa menjadi contoh,, bahwa; seseorang yang tekun, serius dan fokus berlatih dalam mempelajari suatu bidang, bisa menjadi ahli, walaupun tanpa didampingi oleh seorang guru, otodidak, kata orang.
Cerita ini bukan bermaksud mengesampingkan peran seorang guru dan sekolah formal.
Dalam cerita ini juga ada tauladan kesetiaan seorang istri.

Cerita ini versi pedalangan, yang kadang antara dalang yang satu dengan yang lain tidak mesti sama persis, ada variasi ceritera.

Palgunadi juga sering disebut Bambang Ekalaya, seorang ksatria dari Paranggelung. Ia telah mendengar ada seorang guru sakti dan hebat bernama Bagawan Dorna di pertapaan Sokalima, guru dari para Korawa dan Pandawa.
Palgunadi segera datang ke Sokalima untuk berguru, namun sayang, permohonannya ditolak oleh Bagawan Dorna dengan alasan; Dorna hanya menerima siswa para ksatria Korawa dan Pandawa. Dorna menginginkan hanya Harjuna atau Palguna satu-satunya murid yang ahli memanah tanpa tanding.

Palgunadi tidak langsung pulang ke Paranggelung, namun masuk hutan. Ia kemudian membuat patung yang menyerupai Bagawan Dorna. Setiap hari, siang dan malam, ia selalu berlatih di hadapan patung Dorna, seolah, ia selalu dibimbing dan diawasi oleh sang guru. Berkat ketekunan, keseriusan dan fokus, Palgunadi menjadi seorang pemanah yang ahli.

Ketika sedang tekun berlatih, ia mendengar gogongan anjing, karena merasa terganggu, dipasanglah tujuh anak panah, dan segera dilepaskan, akibatnya, seluruh anak panah masuk ke mulut anjing.
Ketika itu, Para Pandawa sedang berburu, mereka melihat seekor anjing yang terkena tujuh mata panah di mulutnya, itu pasti dilakukan oleh seorang yang ahli dalam memanah. Setelah diketahui siapakah si pemanah hebat tersebut, tak lain adalah Palgunadi, Bambang Ekalaya. Ketika ditanya siapakah dia, ia mengaku bahwa ia adalah murid dari Bagawan Durna.

Suatu ketika, Arjuna yang juga disebut Palguna, bersua dengan Anggraini, istri Palgunadi. Anggraini digoda oleh Arjuna, namun tidak mau, kemudian lapor kepada suaminya. Terjadilah adu sakti antara Palguna melawan Palgunadi. Palguna yang tak lain adalah Arjuna, sempat mati, terkena Cincin Ampal milik Palgunadi. Arjuna kemudian dihidupkan kembali oleh Sri Kresna dengan pusaka Kembang Cangkok Wijaya Kusuma.

Ketika Palgunadi sedang samadi di depan patung Bagawan Durna, Sri Kresna masuk kedalam patung Durna, seolah patung itu hidup. Durna yang adalah Sri Kresna memuji kesaktian dan kesetiaan Palgunadi kepada guru. Untuk membuktikan kesetiaan murid kepada guru, dimintalah Palgunadi memotong ibu jari yang ada Cincin Ampalnya. Sebagai tanda hormat kepada guru, diserahkannya potongan ibu jari beserta cincin ampalnya. Karena berkurangnya kesaktian Palgunadi, Palguna dengan mudah membunuh Palgunadi.

Anggraini, setelah mengetahui suaminya gugur, memilih bunuh diri dari pada diperistri oleh Arjuna.

Zaman sekarang banyak sumber ilmu yang bisa didapatkan, selain di bangku perguruan. Para siswa bisa menambah wawasan dan keterampilan di luar jam pelajaran.
Banyak contoh orang yang sukses dengan belajar secara otodidak
buah dari ketekunan adalah keberhasilan*
??????

Leave a Reply