ARJUNAWIJAYA
Seni

ARJUNAWIJAYA

33. ARJUNAWIJAYA disusun oleh ST. Wid

Kertawirya membuka hutan Indrasana dengan pertolongan Batara Wisnu hingga berdirilah Kerajaan Mahespati baru dengan raja pertama Prabu Kertawirya yang menikah dengan Wara Citranglangeni dan memiliki putera Arjunawijaya.

Arjunawijaya yang seperti sang ayah juga menjadi titisan Batara Wisnu gemar bertapa dan yang paling dikenal saat bertapa di guwa Ringinputih yang mendapat anugrah dari dewa kebijaksanaan serta dewa matahari sehingga selain memiliki kebijaksanaan wajahnya yang tampan mirip Batara Kamajaya diliputi cahaya fajar atau senja hari yang memudarkan cahaya bintang.

Hal tersebut sangat berguna sekali ketika diangkat menjadi raja menggantikan sang ayah. Prabu Arjunawijaya menjadi raja yang sangat dicintai semua nayaka dan seluruh rakyat Mahespati. Seorang raja yang tampan juga bijaksana namun lembut serta sakti mandraguna dan sebagai titisan Wisnu mampu tiwikrama jadi Brahala tetapi tetap cinta damai.

Tidak heran dengan cepat Mahespati mampu melebarkan wilayahnya baik karena ditaklukkan namun yang paling banyak adalah secara sukarela bergabung Mahespati mengakui kewibaannya alias takluk tanpa perang. Pada suatu saat Prabu Arjunawijaya mendapat wangsit dari Batara Narada bahwa Rara Citrawati putri Magada titisan Batari Sri Widowati dipinang para raja seribu negara.

Disaat menimbang-nimbang kedatangan dua tamu, satu utusan dari Magada dan satria bernama Sumantri. Utusan Prabu Citragada raja Magada minta bantuan Prabu Arjunawijaya mengatasi raja seribu negara yang memaksa meminang kakaknya Rara Citrawati. Sementara Sumantri yang datang ingin mengabdi Mahespati ternyata masih saudara Prabu Arjunawijaya satu kakek buyut Batara Dewasana. Keinginan Sumantri dikabulkan bila mampu membantu Magada mengalahkan raja seribu negara dan melamar Rara Citrawati. Sumantri putra Resi Suwandagni juga terkenal sakti mandraguna mampu mengalahkan para raja seribu negara di bawah pimpinan Prabu Darmawisesa raja negara Widarba yang didukung 75 raja taklukannya.

Namun ternyata menaklukkan raja seribu negara tidak langsung diterima lamaran pada Rara Citrawati. Sebagai gadis manja memiliki tiga permintaan yang tidak umum salah satunya yaitu minta dilayani 800 domas yang mau menjadi selir Prabu Arjunawijaya. Sebagai putra resi tentu dikaruniai kecerdasan pula. Segera permintaan Rara Citrawati dipenuhi Sumantri, dari seribu raja taklukan masing-masing diminta memberi satu putri untuk menjadi selir Mahespati.

Rara Citrawati tidak mampu menolak lagi diboyong ke Mahespati disertai iring-iringan 800 puri domas. Setelah memikirkan aneka cara akhirnya saat mendekati perbatasan Mahespati ketika beristirahat Rara Citrawati menyampaikan permintaan keduanya yaitu ingin melihat Prabu Arjunawijaya bertangan seribu.

Sumantri tidak kehilangan akal segera mengirim surat tantangan pada Prabu Arjunawijaya. Mereka dengan kereta dan pakaian kebesaran bertemu di daratan antara pegunungan Salva dan Malawa. Perang hebat namun indah terjadi pada dua bersaudara yang sama-sama sakti mandraguna disaksikan seluruh alam, para dewa resi brahmana serta seluruh rakyat termasuk Rara Citrawati.

Karena perang lama sekali namun tetap sembang akhirnya Prabu Arjunawijaya tiwikrama menjadi Brahala [wis bubrah tur ala = sudah acak-acakan jelek lagi] yang bertangan seribu. Sumantri yang tahu batas kekuatannya segera menyembah mohon maaf dan menjelaskan duduk perkaranya permintaan Rara Citrawati ingin menyaksikan Arjunasasrabahu.

Prabu Arjunawijaya menikah dengan Wara Citrawati kelak punya putra Ruryana. Walau terlambat Prabu Dasamuka yang mengincar titisan Batara Sri Widowati mendapat kesempatan ketika pesanggrahannya kebanjiran akibat tiwikrama Prabu Arjunawijaya namun Prabu Dasamuka kalah bahkan diseret keliling dunia.

Kekayaan Alengka dirampas Mahespati walau ada yang masih bisa diselamatkan Gunawan Wibisana. Atas kelicikan Kala Marica yang sebar kabar bohong hingga para istri Mahespati semua tewas bunuh diri.

Prabu Arjunawijaya amat terpukul namun dengan bantuan Batara Baruna semua istri yang tewas bisa dihidupkan dengan percikan Tirta Mulya. Mau menghancurkan Alengka namun disabarkan Wara Citrawati lalu kedatangan Brahmana Palastya dari Nayaloka kakek buyut Dasamuka yang memohonkan maaf tingkah cicitnya dengan menghidupkan para senapati dan prajurit Mahespati yang tewas kecuali Patih Suwanda yang sudah mati sempurna.

Menurut pedalangan Jawa, Prabu Arjunawijaya ikut muksa, namun menurut Kisah Mahabarata beliau tewas oleh Resi Parasurama yang bosan hidup.

Tetap semangat mengikuti protokol Kesehatan dan jangan lupa kelanjutannya minggu depan dengan cerita tokoh yang berbeda

CUS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.