Entek Sawah Entek Omah

Entek Sawah Entek Omah

Entek Sawah Entek Omah

Yuk belajar ungkapan bahasa Jawa

” *Entek Sawah, Entek Omah.* ”

Habis sawah, habis rumah.

Ungkapan tersebut termasuk peribahasa yang masih sering kita dengar penggunaannya dalam percakapan di masyarakat.
Maknanya; _entek-entekan – habis-habisan, semua harta bendanya sudah terjual habis untuk menanggung suatu keperluan.
Ibaratnya, sawah sebagai sumber penghasilan sudah terjual, sudah tidak mempunyai pendapatan apapun, rumah dan segala isinya sudah terjual, sudah tidak mempunyai tempat tinggal maupun segala perlengkapannya.
Sebuah gambaran hidup yang ekstrim untuk menggambarkan perjuangan hidup. Apa yang ia miliki, ia jual demi menutup segala keperluan.

Bapak Tuparlingan sudah beberapa tahun tergolek lemah tanpa daya di tempat tidur, namun sampai sekarang belum diketahui beliau sakit apa. Beberapa rumah sakit sudah ia datangi, berapa biaya pun ia sanggupi demi kesembuhan sakitnya. Sampai sekarang belum juga sembuh. Beberapa “orang pintar” ia kunjungi, apapun syarat yang dibutuhkan ia penuhi, demi kesehatannya. Namun tanpa hasil. Puluhan obat alternatif sudah ia coba, namun sama saja, tidak ada perubahan, bahkan semakin menderita.
Pak Mardjingun selaku ketua RT, dalam suatu pertemuan mengemukakan: “Keluarga Bapak Tuparlingan, sekarang sudah entek sawah, entek omah, marilah kita gotong royong, guyub rukun membantu keluarga beliau, semampu kita dengan keikhlasan.”

Petuah Simbah: ” *_Wong sehat kuwi larang regane, mula tansah dijaga lan disyukuri_.* ”
( selamat menjalanni aktivitas pada awal minggu ini. TUHAN MEMBERKATI ) ???????

Leave a Reply