Menjaga Kebugaran Tidak Gampang

Kita akan tersenyum bila membaca judul ‘Menjaga Kebugaran Tidak Gampang’ , dengan pertanyaan yang ada dibenak kita ,….benarkah?

Lalu kita  akan mulai melihat kembali pada kebiasaan kita selama ini.

Saya akan memulai dengan diri saya sendiri ,bagaimana hidup saya selama ini , apa saja yang saya lakukan untuk tubuh ini sehingga masih bertahan setengah abad lebih, suatu anugerah yang perlu disyukuri tentunya.

Sepertinya tidak ada yang khusus saya perlakukan pada tubuh ini, semua biasa saja , berjalan alami , bekerja rutin untuk kebutuhan rutin , membersihkan tubuh ya rutin , kadang –kadang karena alasan sosial kemasyarakatan dan pergaulan, sesekali jalan sehat , meski mungkin itu setahun sekali , atau kadang ikut senam bersama itupun tidak pasti sebulan sekali. Jadi ‘ Menjaga Kebugaran Tidak Gampang ‘  saya mulai merasakan.

Itu tentang gerak bagaimana dengan asupan makanan yang kita masukkan ke tubuh kita? Kedua indicator ini penting, yaitu tentang gerak dan asupan yang masuk tubuh kita. Pernahkah kita menyeleksinya mana yang boleh dan mana yang seharusnya tidak kita makan? Kita  kadang bilang nggak apa apa sesekali aja atau yak kan tidak sering, begitu hati kita membela diri. Maka tibalah jika kita melihat ada sahabat atau saudara kita yang sakit karena kelebihan berat badan sehingga munculah banyak keluhan , apa itu yang hipertensi, asam urat, diabetes, jantung dan lain- lain. Barulah kita ada greget niat untuk diet sedikit ketat atau puasa atau sesirik menghindari dari makan makanan tertentu, lalu mulailah ada sedikit waktu tuk berolah raga untuk membakar kalori yang ada di tubuh . Karena takut terkena dampak yang sama seperti yang terjadi pada saudara atau teman kita . maka kita punya niat untuk berubah , tapi seberapa kuat niat kita kalau hanya kita sendiri yang bergerak , tentulah akan sering memaklumkan diri sendiri lagi,  sehingga usaha niat kita yang awal akan gagal atau tidak sempurna karena ketidak disiplinan kita.

Sayang kan usaha yang setengah –setengah.  Masih ada kata dalam hati yah lumayanlah dari pada tidak sama sekali. Meskipun begitu niat itu tetap tumbuh terus ,terbukti ada alat –alat kesehatan seperti alat pijit refleksi mulai dari yang manual , tradisional sampai berbau elektronik atau menggunakan listrik menjadi koleksinya .

Membeli alat ringan ataupun berat untuk usaha berolah raga , seperti bantuan untuk renang , alat untuk kelancaran peredaran darah, foot shaker, waist shaker, string , dll. Belum lagi ada informasi baru tetang tanaman yang bisa dipakai untuk  usaha menyembuhkan penyakit atau menjaga agar tidak sakit , seperti  daun daunan yang sudah teruji membantu penyembuhan suatu penyakit.

Orang di daerah saya biasa mengenal dengan nama “jamu “ . Tentang kata ini memang unik, karena bisa berarti sangat sederhana terdiri dari satu ramuan saja atau terdiri  dari berbagai campuran daun ,akar, batang, biji, buah , bunga tertentu yang diramu untuk diminum atau dibalurkan. Yah dan hasilnya juga lumayan bisa dirasakan , tapi bisakah kita tetap bertahan terus untuk tetap teratur mengkonsumsi jamu yang membuat kita sehat itu?

Sesudah sembuh dari sakit tertentu lalu biasanya saya melupakan keteraturan tadi, sampai pada tahap tertentu jatuh sakit, baru siklus itu terulang lagi , berusaha mencari obat penyembuhnya lagi, begitu dan begitu terus seperti siklus saja.

Maka benarlah bagi sebagian orang menjaga kebugaran , untuk tetap sehat dan berlangsung terus menerus memang tidaklah gampang , segampang orang membalikkan tangan saja, itu membutuhkan perjuangan terus menerus dan usaha yang konsisten dan tidak gampang menyerah atau memudar dan hasilnya bisa dilihat pada penampilan diusia senjanya , sehat bersemangat optimis dan enak dilihat.Sungguh-sungguh usaha yang perlu mendapat apresiasi karena tidak setiap orang bisa bertahan tetap bugar disembarang usia , terlebih diusia senja atau hampir senja.

Indahnya tubuh sehat dan bugar sepanjang hari, mungkinkah ? Sangat mungkin, tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu usaha, apalagi tidak membutuhkan biaya banyak , terlebih malah pengurangan besar- besaran pengeluaran. Menahan diri untuk tidak keluar membeli makan-makanan di restaurant atau masakan cepat saji yang sudah dalam kemasan , masak sesering mungkin di rumah . Buatlah variasi masakan yang bermacam-macam sayuran maksudnya tidak satu jenis sayuran itu terus karena kesukaan , tapi mau mencoba mencicipi  jenis sayuran yang lain, lebih banyak variasi jenis sayuran lebih baik, dengan begitu rasa dan perut, lama kelamaan akan terbiasa dengan perubahan sehingga mengenai makanan sayur tidak menjadi masalah lagi. Semua  jenis sayuran dapat dirasa enak dimakan nanti, tubuh tidak menolak perubahan sayuran apapun. Nah ini indikator keberhasilan disatu segi tentang sayuran. Yang lebih penting lagi sekarang adalah nilai rasa, pengurangan gula dan garam serta bumbu-bumbu instan lainnya. Waduh ini yang sulit, beranikah kita menerima apapun rasa yang tersaji berbeda dari yang kita biasa bayangkan ?. Biasanya kita memanjakan lidah tuk berdecak hmm enak.  Karena memang enak betul masakan yang banyak bumbunya tapi itu belum tentu cocok dengan tubuh, belum tentu membuat bugar tubuh kita.  dan lagi – lagi ‘Menjaga Kebugaran Tidak Gampang ‘ memang.

Kalau kita sudah bisa bilang enak dari masakan sehat meskipun kurang bumbu dan tetap bisa menikmati , berarti indikator kedua sudah bisa terlewati yaitu tentang asupan yang masuk tubuh kita.

Minum air putih , minuman sari buah, susu non fat dan minuman lain yang cukup jangan sampai ada kata kekurangan minum yang diminta minimal 8 liter air sehari untuk tubuh kita

Setiap hari berolah raga ringan minimal 20 menit. Gerakan kepala, pinggang , lengan tangan dan kaki.

Kalau bisa sebulan sekali berenang atau berendam biarkan tubuh relax dari kesibukan rutin sehari-hari.

Penimbangan berat badan setiap seminggu sekali.

Hati yang gelisah dan sedih tidak akan membuat badan menjadi bugar bersinar, maka pengelolaan hatipun perlu untuk mengimbangi tubuh supaya bugar. Ada kata-kata bijak MENS  SANA IN CORPORE SANOsebuah kalimat dalam bahasa latin yang artinya jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat, maksudnya jika jiwa seseorang sehat, maka tubuhnya akan sehat juga, begitu pula sebaliknya.

Jadi sempatkan waktu untuk berdoa sejenak setiap hari, apapun agamanya dimana kita bisa berpasrah hati kepada Tuhan yang Maha Segalanya, ini menenangkan hati. Sempatkan juga waktu tertentu untuk berekreasi untuk melihat-lihat diluar kebiasaan rutin kita, di gunung ,di taman, di pantai dan di tempat – tempat yang indah pemandangannya dan segar udara dan suasananya. Hal ini bisa menjadi terapi hati yang akan mendukung kebugaran tubuh kita.

Mari bersama berusaha untuk sehat dan bugar, bersama kita bisa karena dengan kebersamaan kita saling dikuatkan untuk berbagi dan bergembira menuju sehat. Kadang kalau kita sendiri kurang bersemangat, maka ada baiknya kita berkumpul bersama untuk olah raga minimal berdua dengan teman jika kita mau jogging atau jalan santai sambil ngobrol tak terasa sudah berkilo-kilo kita lewati sungguh menyenangkan dipagi dini hari atau sore hari.

kalau sudah menjadi kebiasaan sehat maka kita boleh bilang ‘ Menjaga Kebugaran itu Gampang’ aja.

Yuk kita mulai, Salam Bugar.

Leave a Reply