Nandur Pari Thukul Suket, Nandur Suket Ora Thukul Pari

Nandur Pari Thukul Suket, Nandur Suket Ora Thukul Pari

Nandur Pari Thukul Suket, Nandur Suket Ora Thukul Pari ????
Yuk belajar ungkapan bahasa Jawa

” *Nandur Pari Thukul Suket, Nandur Suket Ora Thukul Pari.* ”

Menanam padi tumbuh rumput, menanam rumput tidak tumbuh padi.

Pengertiannya; Jika kita menanam padi, rumput yang tidak kita harapkan pasti ikut tumbuh, bahkan bisa lebih banyak dan lebih subur daripada padinya, walau sudah disiangi tetap saja akan tumbuh lagi, bahkan ada rumput yang persis dengan batang padi, sehingga petani terkecoh. Namun jika ada tetumbuhan rumput, entah sengaja ditanam atau tidak, sebutir padi pun akan sulit tumbuh di situ

Maknanya; Walau kita hidup dan tumbuh dan terdidik dalam lingkungan atau komunitas yang baik, bahkan dalam lingkup dengan label keagamaan pun, kejahatan akan tetap bisa tumbuh di situ.
Kalau kita hidup dalam komplek kemaksiatan atau kejahatan, maka perbuatan baik akan sulit diterima ditempat itu.

Walau di sebuah asrama dengan label agama ( agama apa pun ), diasuh oleh para agamawan yang handal dan terkenal, setiap hari akrab dengan ritual doa dan ajaran kebaikan dan kebajikan, tetap saja kejahatan dan tindakan tidak terpuji akan bisa terjadi di tempat itu. _Dora, drengki, srei, jail, methakil, iren, panasten, panas baran lan lelemeran_ bisa tetap tumbuh. Bahkan bisa “berkamuflase” sehingga orang tidak akan mengira sama sekali karena terbungkus oleh penampilan yang santun dan agamis. Serigala berbulu domba, musang berbulu ayam, kata sebuah sindiran.

Jika kita “terjebak” hidup dalam komplek kejahatan atau pun kemaksiatan, kita akan sulit keluar dari tempat itu, sulit melepaskan diri dari kebiasaan itu. Misalnya; di kenal adanya kampung narkoba, kampung pencopet, komplek perjudian, lokalisasi, atau dalam suatu unit kerja yang “basah” – korupsi adalah bagian dari “tugas” kesehariannya, maka orang baik dan jujur tidak akan kerasan tinggal di tempat itu, namun sulit untuk melepaskan diri. Atau contoh lain; jika kita sudah terlibat dalam kelompok tertentu yang bertentangan dengan hukum negara dan norma masyarakat, maka akan sulit melepaskan diri dari kelompok itu.

Yang baik sulit diterima, namun yang jahat justru mudah berkembang.

Ngendikane Simbah: ” _*Ana seratan ing Jangka Jayabaya; sing apik ditampik, sing jahat munggah pangkat.*_ ”
(Selamat pagi dan tetap semangat jalanni hidup ini)
??????

Leave a Reply