Panakawan

Panakawan

Panakawan Sering kita mendengar orang menyebut kata Panakawan yang secara umum mengartikan sebagai pendamping para satria yang biasanya dari kelompok satria yang baik kelakuan atau sikap hidupnya. Satria yang didampinginya atau dimomongnya adalah dari keturunan orang baik. Maka dari perjalanan hidup yang penuh liku-liku saat senang dan susah dilalui bersama Panakawan ini. Panakawan terdiri dari […]

Gotong Royong memperbaiki jalan yang berlubang

Gotong Royong memperbaiki jalan yang berlubang

Gotong Royong memperbaiki jalan yang berlubang Didaerahku sering mengadakan gotong royong atau gugur gunung, yang sebenarnya kebiasaan gotong royong itu bukanlah hal yang aneh atau baru bagi setiap rakyat Indonesia pada umumnya. Tapi bagi daerah perumahan biasanya sulit untuk berkumpul, karena banyak yang sibuk bekerja dan kegiatan mandiri lainnya, dapat kerja bareng dalam menyelesaikan masalah […]

Semar Sang Punakawan

Semar Sang Punakawan

Semar Sang Punakawan. Ketika masih di kahyangan, Bathara Ismaya mempunyai 10 ( sepuluh ) orang anak, yang semuanya tetap menjadi penghuni Kahyangan, diantara mereka adalah, Bathara Surya, Bathara Candra, Bathara Nyamadipati, Bathara Kamajaya dan lainnya Ketika Togog dan Semar menjalani kehidupan di dunia dengan “misi” masing-masing, Manikmaya ditetapkan sebagai pewaris tahta Kahyangan Jonggring Saloka. Bentuk […]

Weweh Wuwuh

Weweh wuwuh. Sapa weweh bakal wuwuh. Siapa yang suka berderma, rejekinya bertambah.

Weweh Wuwuh. Sapa weweh bakal wuwuh. Siapa yang suka berderma rejekinya akan bertambah. Maka jika kita berbuat baik terhadap sesama, suatu saat akan memanen buahnya. nyata kepaSeorang guru SMP mengalami kesulitan untuk menjelaskan dan memberi contoh pada para muridnya. Bagaimana mungkin memberi kok mendapatkan, apalagi bertambah. Kalau seorang siswa mentraktir temannya, artinya ia kehilangan uang […]

Jenang Sela Wader Kali Sesondheran

Jenang selo wader kali sesondheran, apuranto yen wonten lepat kawula

Jenang selo wader kali sesondheran, apuranto yen wonten lepat kawula. Ungkapan diatas merupakan gaya bahasa yang unik, mungkin tidak ditemukan pengguna bahasa yang seperti itu di lain tempat. Gaya bahasa tersebut disebut “wangsalan”, yaitu semacam _cangkriman_ – peribahasa dengan _batangan_ – jawaban, namun langsung dijawab sendiri di kalimat berikutnya, jawabannya hanya mengambil satu dua kata […]