Weweh Wuwuh

Weweh wuwuh. Sapa weweh bakal wuwuh. Siapa yang suka berderma, rejekinya bertambah.

Weweh Wuwuh. Sapa weweh bakal wuwuh. Siapa yang suka berderma rejekinya akan bertambah. Maka jika kita berbuat baik terhadap sesama, suatu saat akan memanen buahnya. nyata kepaSeorang guru SMP mengalami kesulitan untuk menjelaskan dan memberi contoh pada para muridnya. Bagaimana mungkin memberi kok mendapatkan, apalagi bertambah. Kalau seorang siswa mentraktir temannya, artinya ia kehilangan uang jajannya. Kalau ia membayar uang sekolah, artinya uangnya berkurang sebesar yang dibayarkan. Jadi bagaimana hal itu bisa terjadi.

Kemudian guru tersebut mencontohkan seorang petani, karena memang hidupnya di desa.
Ketika ia menanam pohon, memperlakukan tanaman dengan baik, merawat, memupuk mengairi, sampai beberapa tahun tidak menghasilkan apa-apa, namun pada saatnya akan memanen buah yang melimpah. Demikian juga jika kita berbuat baik terhadap sesama, suatu saat akan memanen buahnya.
Para murid tetap belum puas dengan contoh yang diberikan.

Kemudian pak guru memberi contoh lagi tentang tetangganya, seorang dukun bayi.
Mbah Pijet memang seorang dukun bayi yang kondang, ia tidak pernah minta ongkos pijat bayi, walau diundang kapan pun, di mana pun oleh siapapun. Jika ia bisa menolong bayi, ia sudah bahagia.
Namun yang ditolong tentunya tahu diri, pada kesempatan lain mereka mengantar “sesuatu” ke rumah Mbah Pijet, seikhlas dan semampu mereka, dan jika tidak pun juga tidak apa-apa. Mbah Pijet tetap akan melayani setiap permintaan pijat tanpa membeda-bedakan.
Dan ketika Idul Fitri, rumah Mbah Pijet ramai dikunjungi orang, mereka mengistilahkan “pitrah” _sowan_ Mbah Dukun, tentunya mereka juga membawa “sesuatu” ketika sowan. Jadi perbuatan baik akan membuahkan kebaikkan juga dikemudian hari. Memang tidak secepat yang kita harapkan tapi percayalah suatu saat dimana kita membutuhkan pasti ada pertolongan yang tidak disangka- sangka.

Tiga anak Mbah Pijet semuanya bisa menyelesaikan kuliahnya. Dan sekarang sudah berkeluarga dan mendapat pekerjaan yang mapan.

Para murid mulai _mudheng_ – bisa mengerti dengan contoh yang diceritakan oleh pak guru.

Petuah Simbah: ” _*Yen tuku kacang, bali nggawa kacang, yen panggawe becik, liya wektu Gusti kang paring lelintu.*_ ”
??????

Leave a Reply