Kendel Ngringkel Dhadhag Ora Godhag

Kendel Ngringkel Dhadhag Ora Godhag

Kendel Ngringkel Dhadhag Ora Godhag
????
Yuk belajar ungkapan bahasa Jawa

” *Kendel Ngringkel, Dhadhag Ora Godhag* ”

Berlagak sebagai seorang pemberani, ternyata penakut, ketika ada pekerjaan yang sedikit berat, ia memilih meringkuk di tempat tidur. Menyanggupi, bahkan menawarkan diri, tetapi tidak _mrantasi,_ tidak mampu menyelesaikan tugas.

Dalam dunia pewayangan banyak contoh yang menggambar orang seperti dalam peribahasa tersebut.

Para Korawa biasa digambarkan sebagai ksatria-kesatria yang tidak berwatak satria. Jika ada tugas dari raja, mereka berebut lebih dahulu menyanggupi untuk menyelesaikan tugas. Seperti ketika Petruk menjadi utusan para Pandawa ke negeri Astina untuk memboyong Pendeta Durna supaya menyembuhkan Arjuna yang sedang sakit. Namun, Petruk justru ingin dibunuh. Para Korawa berebut dulu untuk membinasakan Petruk, karena mereka menganggap itu pekerjaan yang terlalu mudah. Namun, para Korawa tidak ada yang bisa mengalahkan Petruk, bahkan banyak yang ketakutan, bersembunyi ketika melihat sepak terjang Petruk. Sok pemberani, sok pinter, namun melempem.

Dalam kisah Ramayana, ketika lakon Anggada duta, Anggada merasa iri kepada Anoman yang berhasil menjadi duta ketika diutus untuk mengetahui keadaan Dewi Shinta. Anggada kemudian mengajukan diri untuk menjadi duta berikutnya. Akhirnya Anggada memang diutus untuk menjadi duta ke Alengka untuk menyampaikan dua pilihan kepada Rahwana; menyerahkan Dewi Shinta atau terjadi perang besar antara Alengka melawan Pancawati. Namun, Anggada justru terhasut oleh Rahwana untuk membunuh Sugriwa pamannya dan Prabu Rama.
_Dhadhag ora godhag_ – menawarkan diri namun tidak bisa menyelesaikan tugas – _ora mrantasi._

Dalam kehidupan keseharian, kehidupan nyata di sekitar kita, banyak kita temukan kejadian seperti itu dalam bentuk yang berbeda. Misalnya, ada orang yang selalu mengusulkan ini dan itu, mengkritik ini dan itu tapi ketika dimintai saran dan jalan penyelesaiannya tidak bisa atau menghindar dengan dalih macam-macam. Ada juga orang yang mengusulkan ini dan itu ketika diberi tanggung jawab untuk melaksanakan usulanya tersebut tidak jalan sama sekali.

Ngendikane Simbah: ” _*Luwih becik tanggung jawab sing cilik nanging kasil kanthi apik, katimbang tanggung jawab kang gedhe nanging ora ngrampungi gawe.*_ ”

??????

Leave a Reply