Unik

Ana Gunem Mingkem Ana Catur Mungkur Ana Padu Mlebu

Ana Gunem Mingkem Ana Catur Mungkur Ana Padu Mlebu

Ungkapan diatas merupakan pitutur jawi, petuah untuk orang Jawa pada umumnya.
Pengertian secara umum dan tekstual kurang lebih adalah ;
Ada perbincangan ( yang tidak sepantasnya ) ia diam, ada pembicaraan ( yang menjelekkan orang lain – _ngrasani ala_ ) ia berbalik badan, ada percekcokan mulut, ia masuk kedalam rumah.

“Ana gunem mingkem,” dalam pergaulan, kita tidak akan terhindar dari perbincangan-perbincangan dengan orang lain, ngobrol _ngalor-ngidul_, sering, disengaja atau tidak topiknya bisa mengarah ke hal-hal yang sensitif yang menyinggung SARA, politik, pornografi dan sebagainya. Jika kita merasa tidak sesuai dengan nurani, dan tidak mungkin menghindar, akan lebih baik diam tidak berkomentar. Kita pun juga tidak perlu menceritakan kembali kepada orang lain.

“Ana catur mungkur,” ngrumpi – _nyatur_ itu memang mengasyikkan, apalagi jika topiknya peristiwa yang sedang hangat, bisa seru. Namun sering, dalam ngrumpi membicarakan pribadi seseorang, kalau tentang kebaikannya, baik untuk didengar, tetapi jika keburukan dan kekurangan orang lain _ngrasani ala_ , sebaiknya menghindar atau mengalihkan pembicaraan.

“Ana padu mlebu,” ada pertengkaran mulut, ia akan masuk rumah, menutup pintu. Ia tidak mau mencampuri urusan orang lain atau memihak salah satunya.
Jika ada pertengkaran mulut antar dua orang bersaudara atau antar tetangga, jika didiamkan saja, nanti akan berhenti sendiri. Namun jika ada pihak lain yang mencampuri, nanti menjadi berkepanjangan dan masalahnya bisa melebar kemana-mana, _tambah ruwet_.

Petuah Simbah : ” *_Aja pijer ngrasani alaning liyan, amerga, durung mesthi sing ngrasani luwih apik tinimbang sing dirasani_.*
????????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *